Auto Draft

Sistem Ekonomi Etatisme di Indonesia

Sistem ekonomi adalah sekumpulan aturan, institusi, dan mekanisme yang digunakan suatu negara atau masyarakat untuk mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Ada beberapa sistem ekonomi yang ada di dunia, salah satunya sistem ekonomi etatisme. Apa itu sistem ekonomi etatisme? yuk simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

 

Sistem Ekonomi Etatisme

Sistem ekonomi etatisme adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memainkan peran aktif dalam perekonomian. Pemerintah memiliki kontrol atas sektor-sektor penting dari perekonomian, seperti perdagangan, industri, dan infrastruktur. Pemerintah juga memiliki kekuasaan untuk mengatur harga dan jumlah produk yang dihasilkan. Tujuan utama dari sistem ekonomi etatisme adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi.

 

Sejarah Sistem Ekonomi Etatisme di Indonesia

Auto Draft

Sistem ekonomi etatisme di Indonesia diterapkan sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno pada tahun 1960-an. Pada masa ini, pemerintah mengambil peran aktif dalam perekonomian dengan mengontrol sektor-sektor penting seperti perdagangan, industri, dan infrastruktur. Pemerintah juga mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatur harga dan jumlah produk yang dihasilkan.

Pada awalnya, sistem ekonomi etatisme di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi. Namun, pada kenyataannya, sistem ini menyebabkan masalah ekonomi seperti inflasi yang tinggi, kesenjangan ekonomi, dan ketergantungan pada bantuan luar negeri.

Pada tahun 1970-an, pemerintah Indonesia mulai mengubah sistem ekonomi etatismenya dengan meningkatkan peran pasar dan mereduksi intervensi pemerintah dalam perekonomian. Namun, sistem ekonomi etatisme masih diterapkan dalam beberapa sektor penting seperti pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur sampai sekarang.

 

Dasar Sistem Ekonomi Etatisme

Dasar dari sistem ekonomi etatisme adalah bahwa pemerintah harus memainkan peran aktif dalam perekonomian dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan ekonomi yang diinginkan. Beberapa dasar sistem ekonomi etatisme antara lain:

  1. Kontrol atas sektor-sektor penting: Pemerintah memiliki kontrol atas sektor-sektor penting dari perekonomian, seperti perdagangan, industri, dan infrastruktur. Pemerintah juga memiliki kekuasaan untuk mengatur harga dan jumlah produk yang dihasilkan.
  2. Tujuan utama kesejahteraan masyarakat: Sistem ekonomi etatisme menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama. Pemerintah harus mengambil tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pendapatan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, dan perlindungan sosial.
  3. Intervensi pemerintah: Pemerintah harus terlibat secara aktif dalam perekonomian untuk mencapai tujuan ekonomi yang diinginkan. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan cara mengatur harga, mengatur jumlah produk yang dihasilkan, atau memberikan bantuan kepada industri tertentu.
  4. Pemerintah sebagai pemilik perusahaan: Pemerintah harus memiliki kontrol atas perusahaan-perusahaan yang penting bagi perekonomian, seperti perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, atau infrastruktur.
  5. Perlindungan industri dalam negeri: Sistem ekonomi etatisme menempatkan perlindungan industri dalam negeri sebagai salah satu dasar utama. Pemerintah harus mengambil tindakan untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dari produk impor.

Karakteristik Sistem Ekonomi Etatisme

 

Beberapa karakteristik dari sistem ekonomi etatisme antara lain:

  1. Kontrol pemerintah atas sektor-sektor penting: Pemerintah memiliki kontrol atas sektor-sektor penting dari perekonomian, seperti perdagangan, industri, dan infrastruktur. Pemerintah juga memiliki kekuasaan untuk mengatur harga dan jumlah produk yang dihasilkan.
  2. Intervensi pemerintah: Pemerintah terlibat secara aktif dalam perekonomian dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan ekonomi yang diinginkan. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan cara mengatur harga, mengatur jumlah produk yang dihasilkan, atau memberikan bantuan kepada industri tertentu.
  3. Pemerintah sebagai pemilik perusahaan: Pemerintah memiliki kontrol atas perusahaan-perusahaan yang penting bagi perekonomian, seperti perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, atau infrastruktur.
  4. Perlindungan industri dalam negeri: Sistem ekonomi etatisme menempatkan perlindungan industri dalam negeri sebagai salah satu dasar utama. Pemerintah harus mengambil tindakan untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dari produk impor.
  5. Tujuan utama kesejahteraan masyarakat: Sistem ekonomi etatisme menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama. Pemerintah harus mengambil tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pendapatan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, dan perlindungan sosial.
  6. Kemungkinan terjadinya inefisiensi: Karena pemerintah yang terlibat dalam perekonomian, maka seringkali terjadi inefisiensi dan pemborosan dalam pengelolaan perekonomian.
  7. Kemungkinan munculnya coruption: karena pemerintah yang terlibat dalam perekonomian, maka seringkali terjadi korupsi dalam pengelolaan perekonomian.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Etatisme

Kelebihan Sistem Ekonomi Etatisme

Berikut ini beberapa kelebihan dari sistem ekonomi etatisme, antara lain:

  1. Pemerataan pendapatan: Pemerintah dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan pemerataan pendapatan dengan memberikan bantuan sosial dan program-program pemerataan pendapatan.
  2. Perlindungan industri dalam negeri: Pemerintah dapat mengambil tindakan untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dari produk impor.
  3. Peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan: Pemerintah dapat meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  4. Stabilitas ekonomi: Pemerintah dapat mengambil tindakan untuk menstabilkan ekonomi dengan mengatur harga dan jumlah produk yang dihasilkan.

Kekurangan Sistem Ekonomi Etatisme

Berikut ini beberapa kekurangan dari sistem ekonomi etatisme, antara lain:

  1. Inefisiensi: Pemerintah yang terlibat dalam perekonomian dapat menyebabkan inefisiensi dan pemborosan dalam pengelolaan perekonomian.
  2. Korupsi: Pemerintah yang terlibat dalam perekonomian dapat menyebabkan korupsi dalam pengelolaan perekonomian.
  3. Kemungkinan terjadinya distorsi harga: Pemerintah yang terlibat dalam pengaturan harga dapat menyebabkan distorsi harga yang tidak sesuai dengan mekanisme pasar yang seharusnya.
  4. Kemungkinan terjadinya kekurangan barang: Karena pemerintah yang terlibat dalam pengaturan jumlah produk yang dihasilkan, maka seringkali terjadi kekurangan barang yang diinginkan oleh masyarakat.
  5. Kemungkinan terjadinya kelebihan produksi: Karena pemerintah yang terlibat dalam pengaturan jumlah produk yang dihasilkan, maka seringkali terjadi kelebihan produksi yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

Related Posts